Hati..
Kau dengar aku memanggilmu?
Aku terengah lemah saat punggungmu pergi menjauh dan menghilang ditelan gelap.
Duniaku serentak tak terlihat.
Aku titip hatiku dalam saku sebelah kananmu,jaga baik-baik.
Menggenapkan hati untuk bertemu dalam genap november
Tak sabar.
Beruntung aku milikimu.
Walau aku memekik merindukanmu.
Malamku membiru, pagiku membiru, hariku membiru, aksaraku membiru.
Tetiba nafasku memburu menyeru kamu. Tersayat rindu
Kembali aku lantunkan dalam sayup malam, hati hati wahai hati.
Meramu kamu.
Merayu kamu.
Aku haus akan itu.
Pelukku kutali-pitakan untukmu
Senyumku kutali-pitakan untukmu
Kau buka pelan nanti jangan terburu.
Tetiba ku disambar memori haru,berdua dibibir pantai bergolak ombak dan saling mencinta yang tercatat di lembutnya pasir putih.
Kuingat jelas wajahmu tertiup lembut angin sore
Kuingat jelas wajahmu terpercik lembut lautan
Kuingat senyummu saat kau sambut aku dalam ucapan selamat pagi
Aku ingat seluruhnya tentangmu
Aku tak ingin lupa
Jangan buat aku lupa
Periodikal semesta kita yang tak lagi sama,kau terpejam aku terjaga.
Periodikal semesta kita yang tak lagi sama saat nikmati warna langit.
Periodikal semesta kita yang tak lagi sama tidak mengubah warna jiwa.
Wahai kamu segeralah pulang, semestamu duduk manis di sini menyuguhi bentangan peluk yang membahana lebih dari samudra biru
Minggu, 28 Oktober 2012
Sabtu, 06 Oktober 2012
Menyaji Seni
Pahati hati
Lukisi hari
Menyaji seni dalam segulung emosi
Menyaji seni dalam takaran tak dibatasi
Menyaji seni seiring embun temani pagi
Menyaji seni seiring hilir mudik mimpi
Menyaji seni dalam hati yang tak lagi sepi
Romansa antar tuan dan puan yang saling menemani
Bersama tapaki bumi
Bersama layangkan mimpi
Bersama arungi lautan hasrat yang kian menjadi
Ujung jalan yang tak bertepi tak lelah kami resapi
Ujung jalan yang perlahan bila diamati terdapat refleksi rambut kami yang kian memutih
Ujung jalan yang tak kami sadari sedang kami nikmati
Melangkah kian pasti, hati ini tak bisa berkelit lagi
Kami melangkahkan kaki ditemani sang mentari
Kami melangkahkan kaki bersama tuk wujudkan mimpi
Kami tulang rusuk yang saling melengkapi
Kami tulang rusuk saling melabuhkan hati
Kami menyaji seni yang kami sebut "saling mencintai"
Lukisi hari
Menyaji seni dalam segulung emosi
Menyaji seni dalam takaran tak dibatasi
Menyaji seni seiring embun temani pagi
Menyaji seni seiring hilir mudik mimpi
Menyaji seni dalam hati yang tak lagi sepi
Romansa antar tuan dan puan yang saling menemani
Bersama tapaki bumi
Bersama layangkan mimpi
Bersama arungi lautan hasrat yang kian menjadi
Ujung jalan yang tak bertepi tak lelah kami resapi
Ujung jalan yang perlahan bila diamati terdapat refleksi rambut kami yang kian memutih
Ujung jalan yang tak kami sadari sedang kami nikmati
Melangkah kian pasti, hati ini tak bisa berkelit lagi
Kami melangkahkan kaki ditemani sang mentari
Kami melangkahkan kaki bersama tuk wujudkan mimpi
Kami tulang rusuk yang saling melengkapi
Kami tulang rusuk saling melabuhkan hati
Kami menyaji seni yang kami sebut "saling mencintai"
Selasa, 25 September 2012
2 manusia yang terlalu indah aku deskripsikan
Separuh aku itu adalah ibu.
Separuh aku itu adalah baba.
Leburan emosi dan cinta antara sejoli yang ku sebut baba ibu yang menjadikan aku.
Lebih dari 1 per 4 hidupku menaung dalam pelukmu.
Aku hanya gadis kecil lemah di matanya, menangis dan merengek bila merindukannya.
Aku hanya gadis kecil manja yang terekam di benaknya.
Aku memang manja,selalu haus akan belaiannya.
Aku memang lemah bila tanpanya.
Setua apapun aku nanti.aku tidak akan pernah siap untuk kehilangan 2 sosok pahlawan dalam hidupku.
Sebijak apapun aku nanti.aku tidak akan pernah berhenti merengek meminta kasihnya.
Sekuat apapun aku nanti.aku tidak akan pernah lupa meminta doanya..
Semapan apapun aku nanti. Aku tidak akan cukup membalas peluhnya.
Aku terlalu mencintai mereka.
Doaku,sehatkanlah dan bahagiakanlah mereka dalam porsi dan posisi terindahMu.
Dede merindu baba,iyang. Disini sepi sendiri.
Kembali dan tak ada habisnya bersyukur padaMu.
Terimakasih telah dilahirkan dalam keluarga yang sederhana namun Cinta yang luar biasa :')
Separuh aku itu adalah baba.
Leburan emosi dan cinta antara sejoli yang ku sebut baba ibu yang menjadikan aku.
Lebih dari 1 per 4 hidupku menaung dalam pelukmu.
Aku hanya gadis kecil lemah di matanya, menangis dan merengek bila merindukannya.
Aku hanya gadis kecil manja yang terekam di benaknya.
Aku memang manja,selalu haus akan belaiannya.
Aku memang lemah bila tanpanya.
Setua apapun aku nanti.aku tidak akan pernah siap untuk kehilangan 2 sosok pahlawan dalam hidupku.
Sebijak apapun aku nanti.aku tidak akan pernah berhenti merengek meminta kasihnya.
Sekuat apapun aku nanti.aku tidak akan pernah lupa meminta doanya..
Semapan apapun aku nanti. Aku tidak akan cukup membalas peluhnya.
Aku terlalu mencintai mereka.
Doaku,sehatkanlah dan bahagiakanlah mereka dalam porsi dan posisi terindahMu.
Dede merindu baba,iyang. Disini sepi sendiri.
Kembali dan tak ada habisnya bersyukur padaMu.
Terimakasih telah dilahirkan dalam keluarga yang sederhana namun Cinta yang luar biasa :')
Sabtu, 15 September 2012
Hati-hati wahai Hati
Hai hati,
Kau bertemu lagi dengan guratan tangan kananku yang tak terlalu indah bila kau pandang terlalu lama.
Bersama ini aku tuliskan,sebelum kau pergi pun tulisan ini sudah kuguratkan dalam batinmu. Aku selalu merindukanmu.
Candu yang kuracik sendiri tanpa sadar sulit kutemukan penawarnya bila ku tak bisa dekapimu.
Kau pasti sedang dikelilingi hamparan salah satu lukisan Tuhan yg paling indah,perpaduan biru langit dan putihnya awan, jangan khawatir langit yang kau lihat itu serupa dengan langit hati yang sedang kulukis sekarang.
Bahkan saat signal telekomunikasi itu dipaksakan untuk terputus, tak sama dengan doaku yang selalu kuserukan untuk selalu selamatkanmu dari segala hal yang bahkan aku tak mau membayangkannya.
Aku selipkan doa-doaku dalam awan yang ikut bersamamu.
Aku selipkan hangat jemariku dalam buku-buku jarimu.
Aku selipkan senyumku dalam setiap nafas yang kau hirup.
Aku selipkan hidupku dalam semesta hidupmu.
Aku selipkan raut wajahku dalam pelupuk matamu, agar kau setiap membuka mata dan terpejam bahkan mengedip pun aku yang ada didepan matamu.
Saat kau jauh disana dan aku yang meringkuk kesepian dipojok lara, kumohon peluklah aku selalu dalam sudut hatimu erat dan jangan biarkan berkarat.
Aku benci melihatmu pergi, karena hati ini memusuhi perpisahan.
Namun hati ini berharap kembali pertemuan.
Kita akan bertemu lagi bukan?!
Aku selalu menunggu disini dan selalu mengetuk pintu rindu yang dirudung sendu bila tanpamu.
Nogus,pesanku untukmu,saat kau pulang nanti, peluklah aku dalam hening,ciumlah aku dalam diam, tataplah aku dalam senyap.
Tertanda
-kekasihmu masa ini dan masa depan-
Kau bertemu lagi dengan guratan tangan kananku yang tak terlalu indah bila kau pandang terlalu lama.
Bersama ini aku tuliskan,sebelum kau pergi pun tulisan ini sudah kuguratkan dalam batinmu. Aku selalu merindukanmu.
Candu yang kuracik sendiri tanpa sadar sulit kutemukan penawarnya bila ku tak bisa dekapimu.
Kau pasti sedang dikelilingi hamparan salah satu lukisan Tuhan yg paling indah,perpaduan biru langit dan putihnya awan, jangan khawatir langit yang kau lihat itu serupa dengan langit hati yang sedang kulukis sekarang.
Bahkan saat signal telekomunikasi itu dipaksakan untuk terputus, tak sama dengan doaku yang selalu kuserukan untuk selalu selamatkanmu dari segala hal yang bahkan aku tak mau membayangkannya.
Aku selipkan doa-doaku dalam awan yang ikut bersamamu.
Aku selipkan hangat jemariku dalam buku-buku jarimu.
Aku selipkan senyumku dalam setiap nafas yang kau hirup.
Aku selipkan hidupku dalam semesta hidupmu.
Aku selipkan raut wajahku dalam pelupuk matamu, agar kau setiap membuka mata dan terpejam bahkan mengedip pun aku yang ada didepan matamu.
Saat kau jauh disana dan aku yang meringkuk kesepian dipojok lara, kumohon peluklah aku selalu dalam sudut hatimu erat dan jangan biarkan berkarat.
Aku benci melihatmu pergi, karena hati ini memusuhi perpisahan.
Namun hati ini berharap kembali pertemuan.
Kita akan bertemu lagi bukan?!
Aku selalu menunggu disini dan selalu mengetuk pintu rindu yang dirudung sendu bila tanpamu.
Nogus,pesanku untukmu,saat kau pulang nanti, peluklah aku dalam hening,ciumlah aku dalam diam, tataplah aku dalam senyap.
Tertanda
-kekasihmu masa ini dan masa depan-
Sabtu, 01 September 2012
Pola Langit Hati
Perantauan hati yang melanglangbuana ke setiap penjuru hati akhirnya bertepi di sandaran bahumu.
Rusuk yang lelah mencari tersungkur lemah hampir putus asa.
Apa mungkin aku ini patahan rusukmu? Rusuk yang terkemas dalam sesosok aku penuh kekeras kepalaan.
Tapi kau tau,rusuk itu melengkung tetap tunduk padamu,hidupku.
Sosokmu memang candu, semacam zat adiktif alami hati.
Tawamu itu memang candu,semacam sesapan nikotin yg enggan habis aku sesapi
Pelukmu terbuat dari apa?! Nyamannya terlalu membutakan,selalu berakar dahaga.
Aku mulai melukis di langit hati penuh dengan namamu,decak kagumku akan kekonyolanmu.
Tuhan itu maha indah,menjatuhkan keindahan dalam mata dan lesung pipimu.
Langit hatiku berawal hanya hamparan biru kosong tanpa awan,tanpa angin,tanpa matahari.
Lalu aku sedikit lukiskan satu kali namamu.dan berefek lebih terang dari sinar apapun, bahkan mentari melirik iri.
Gumpalan awan mulai menghias langit hatiku,teduh seperti sorot matamu.
Hadirmu tercatat dalam buku waktu.
Buku waktu tanpa batas untuk selalu menuliskanmu,namamu,melukiskan wajahmu, menggerus emosi hati untuk mengingatmu selalu seumur hidupku.
Obat hati adalah kamu, racikan semesta untukku.
Tanpa kata tanpa bahasa hanya pagutan batin aku,kamu dan alam semesta mendadak hening, bahkan dunia pun biarkan kita nikmati malam kita.
Bulan pun enggan pergi,tugasnya malam ini sinari malam kelam tanpa awan,sempurna.
Kecupan membiuskan,pelukan membisukan,tatapan melumpuhkan. Aku ingin tenggelam dalam dasar hatimu.
Anginpun tertawa, hembusan dinginnya tak aliri kita yang menghangat.
Tanpa jeda, tak urung aku ciumimu.
Madu terlampau pahit untukku sekarang,kau terlampau manis sayang.
Ciumi aku sekali lagi,layaknya semalam.
Langit hati terlampau luas untuk dikuas, lukiskan cerita kita.
Satu kuas untukmu, Tolong lukiskan tentangku,tentangmu,tentang kita.
Rusuk yang lelah mencari tersungkur lemah hampir putus asa.
Apa mungkin aku ini patahan rusukmu? Rusuk yang terkemas dalam sesosok aku penuh kekeras kepalaan.
Tapi kau tau,rusuk itu melengkung tetap tunduk padamu,hidupku.
Sosokmu memang candu, semacam zat adiktif alami hati.
Tawamu itu memang candu,semacam sesapan nikotin yg enggan habis aku sesapi
Pelukmu terbuat dari apa?! Nyamannya terlalu membutakan,selalu berakar dahaga.
Aku mulai melukis di langit hati penuh dengan namamu,decak kagumku akan kekonyolanmu.
Tuhan itu maha indah,menjatuhkan keindahan dalam mata dan lesung pipimu.
Langit hatiku berawal hanya hamparan biru kosong tanpa awan,tanpa angin,tanpa matahari.
Lalu aku sedikit lukiskan satu kali namamu.dan berefek lebih terang dari sinar apapun, bahkan mentari melirik iri.
Gumpalan awan mulai menghias langit hatiku,teduh seperti sorot matamu.
Hadirmu tercatat dalam buku waktu.
Buku waktu tanpa batas untuk selalu menuliskanmu,namamu,melukiskan wajahmu, menggerus emosi hati untuk mengingatmu selalu seumur hidupku.
Obat hati adalah kamu, racikan semesta untukku.
Tanpa kata tanpa bahasa hanya pagutan batin aku,kamu dan alam semesta mendadak hening, bahkan dunia pun biarkan kita nikmati malam kita.
Bulan pun enggan pergi,tugasnya malam ini sinari malam kelam tanpa awan,sempurna.
Kecupan membiuskan,pelukan membisukan,tatapan melumpuhkan. Aku ingin tenggelam dalam dasar hatimu.
Anginpun tertawa, hembusan dinginnya tak aliri kita yang menghangat.
Tanpa jeda, tak urung aku ciumimu.
Madu terlampau pahit untukku sekarang,kau terlampau manis sayang.
Ciumi aku sekali lagi,layaknya semalam.
Langit hati terlampau luas untuk dikuas, lukiskan cerita kita.
Satu kuas untukmu, Tolong lukiskan tentangku,tentangmu,tentang kita.
Rabu, 29 Agustus 2012
Hitam?? Kurasa bukan!
Hitam disini merindukan rembulannya.
Hitam disini merindukan kekasih sejatinya.
Hitam disini menyisakan sudut hati untuk kau penuhi.
Hitam disini mengganti namanya.
Hitam yang tidak lagi menghitam.
Gradasi warna merah muda bercampur sipu malu dan luapan cinta melebur dengan pesona suka cita.
Pola warna kehidupan temukan jejak langkahnya,telusuri melalui kata hatinya.
Nurani tak membohongi,sejatinya rindu menghampiri.
Rindu rindu rindu.kosakata itu penuh luapi kepalaku,bahkan hatikupun teriakimu selalu.
Nogus..itu namamu?!
Iya aku mencarimu dalam labirin hati.
Jangan biarkan aku tersesat dan sesak dalam tumpukan namamu dalam isi otakku.
Kumau kau dalam hidupku selalu.
Kusuguhkan kau kepulan hangat senyum pagiku untukmu. Selalu
Hitam disini merindukan kekasih sejatinya.
Hitam disini menyisakan sudut hati untuk kau penuhi.
Hitam disini mengganti namanya.
Hitam yang tidak lagi menghitam.
Gradasi warna merah muda bercampur sipu malu dan luapan cinta melebur dengan pesona suka cita.
Pola warna kehidupan temukan jejak langkahnya,telusuri melalui kata hatinya.
Nurani tak membohongi,sejatinya rindu menghampiri.
Rindu rindu rindu.kosakata itu penuh luapi kepalaku,bahkan hatikupun teriakimu selalu.
Nogus..itu namamu?!
Iya aku mencarimu dalam labirin hati.
Jangan biarkan aku tersesat dan sesak dalam tumpukan namamu dalam isi otakku.
Kumau kau dalam hidupku selalu.
Kusuguhkan kau kepulan hangat senyum pagiku untukmu. Selalu
Minggu, 26 Agustus 2012
Hitam yang tak lagi menghitam
Langit menari,mentari tak henti menyinari
Sosokmu terlatih hadir dalam setiap mimpi,apa ini? Cinta kurasa.
Kuibaratkan kau itu mata angin,membawaku selalu menujumu.
Kau akan diam saja disitu?? Biarlah aku yang berlari memelukmu.
Tuhan itu menciptakan rongga pada jemariku untuk merengkuh jemarimu.
Semua berawal dari satu senyuman dan kencan pertama,berikutnya kencan yang serupa dengan gelak tawa bertambah.
Bahagiaku kutuai dari dirimu tuan.
Ketenanganku kutuai dari tatapanmu.
Nyamanku kutuai dari pelukmu.
Dahagaku akan cinta kau sembuhkan dengan hadirmu.
Tuhan itu maha jenaka,kau hadir tanpa kuduga dengan tawa,sambut aku dalam gelak dan menyisakan rindu dalam rongga paru.
Kau ingat hitam?! Akhirnya hitam itu tenggelam dalam dasar pelangi berserukan namamu.
Jarak bahkan waktu yang membuat kita tak harus bersama,terkadang jarak dan waktu jualah yang pertemukan kita,yang selalu kusebut "persimpangan rindu".
Saatmu dan aku bersama,aku ingin satu jentikan jari membuat waktu melambat.
Aku ingin nikmati setiap detiknya denganmu.
Jam pasirpun terhentak berhenti saat kau menciumku,rasanya jantungku ingin meletup dan meneriakan kebahagiaan.
Kau tau apa itu rindu?! Rindu itu kamu!
Bahkan toples-toples rindu yang kau bilang disimpan untukku tak cukup bila aku lahap seluruhnya.
Bersyukur akan hadirmu dalam hidupku yang penuh kacau balau,kau sekelebat hadir dan rapikan seluruh potongan-potongan hati bahkan menjadi serpihan yang awalnya tak mungkin aku rapikan sendiri.
Kau itu deru nafasku.
Kuhembus namamu selalu.
Cinta itu adalah kamu!
-rasaku akanmu dimulai dari 22juli2012-
Dan takkan kutamatkan kisah ini.
Sosokmu terlatih hadir dalam setiap mimpi,apa ini? Cinta kurasa.
Kuibaratkan kau itu mata angin,membawaku selalu menujumu.
Kau akan diam saja disitu?? Biarlah aku yang berlari memelukmu.
Tuhan itu menciptakan rongga pada jemariku untuk merengkuh jemarimu.
Semua berawal dari satu senyuman dan kencan pertama,berikutnya kencan yang serupa dengan gelak tawa bertambah.
Bahagiaku kutuai dari dirimu tuan.
Ketenanganku kutuai dari tatapanmu.
Nyamanku kutuai dari pelukmu.
Dahagaku akan cinta kau sembuhkan dengan hadirmu.
Tuhan itu maha jenaka,kau hadir tanpa kuduga dengan tawa,sambut aku dalam gelak dan menyisakan rindu dalam rongga paru.
Kau ingat hitam?! Akhirnya hitam itu tenggelam dalam dasar pelangi berserukan namamu.
Jarak bahkan waktu yang membuat kita tak harus bersama,terkadang jarak dan waktu jualah yang pertemukan kita,yang selalu kusebut "persimpangan rindu".
Saatmu dan aku bersama,aku ingin satu jentikan jari membuat waktu melambat.
Aku ingin nikmati setiap detiknya denganmu.
Jam pasirpun terhentak berhenti saat kau menciumku,rasanya jantungku ingin meletup dan meneriakan kebahagiaan.
Kau tau apa itu rindu?! Rindu itu kamu!
Bahkan toples-toples rindu yang kau bilang disimpan untukku tak cukup bila aku lahap seluruhnya.
Bersyukur akan hadirmu dalam hidupku yang penuh kacau balau,kau sekelebat hadir dan rapikan seluruh potongan-potongan hati bahkan menjadi serpihan yang awalnya tak mungkin aku rapikan sendiri.
Kau itu deru nafasku.
Kuhembus namamu selalu.
Cinta itu adalah kamu!
-rasaku akanmu dimulai dari 22juli2012-
Dan takkan kutamatkan kisah ini.
Rabu, 11 Januari 2012
HITAM
Hitam adalah senyawa dari runutan kisah sendu yang berkilauan airmata dan satu kata bantu penyesalan.
Hitam yang selalu mendambakan warna pelangi yang menghias hati.
Hitam tak berarti rapuh, hitam hanya pesona kegelepan dalam nuansa kelabu.
Hitam mengawali seluruh pola warna jiwa ,berawal dari titik-titik yang membuat rangka dari indahnya jatuh cinta, dari hitam bercampur semu merah muda yang menganalogikan cinta buta dan pengharapan yang berlebih pada binarnya kunang-kunang dalam kepak hati.
Hitampun memudarkan jiwanya dalam warna abu, pola kehidupan akan kehilangan hal semu dalam pengaharapan. Hitam bercampur putih yang terlampau sedikit menganalogikan sucinya cinta dan pengharapan berbuah pedih layaknya gelayut awan gelap tanpa hujan.
Hitam adalah warna hakiki yang mengiblatkan manusia akan kegetiran hati yang mencoba bangkit dan merangkak, merintih dan mencoba berlari dari realita duniawi.
Hitam menjulurkan indahanya pada sosok ketegaran dan tak gentarnya manusia meluapkan sudut hati yang meneriakan kekecewaan.
Hitam tak berarti patahnya ranting dalam dinding hati, hitam hanya tiang penopang kalbu yang merangkak mengagumi indahnya warna pelangi pada dinding relung hati yang jelas bukan hatinya.
Hitam setubuhi seluruh warna tanpa terkecuali mencari rasa bahagia dan ranumnya manis kehidupan.
Hitam berujung indah dalam tumpukan campuran warna pelangi. Rasanya tak salah hitam mencoba menyendiri dan menenggelamkan diri dalam pelangi serta dibuat lupa akan lubang besar yang menganga dalam hatinya yang membendung kecewa.
Langganan:
Postingan (Atom)






