Bermalam berkabut rindu...tak cukup kah ku berteriak mengucapmu...rasanya menyedihkan ratapan usang ini untukmu..rinduku menguning dan berlarut dalam karat..ya,,,kau ingat aku..yg berselimut peluh akanmu..apa kau ingat namaku??? ku ingat aromamu..aroma vanila bercampur bau bir dalam mulutmu..tapi kuakui kau memang menawan..dengan semua wibawamu..ku hanya wanita cukup matang untuk mengenal cinta dan jatuh dalam kesakithatian akan acuhanmu.
Ku rindu tatapan tanpa bicara...desahan dalam canda..tersengal dlm peluhmu..ratapan harapan sendu membiru...racauanku dalam sambutan pagi yang mengharu akan hadirmu...ku mau kamu..ku mau kamu...pelan pelan ku sebut nama dalam harmoni nyanyian malam yang diiringi sayup sayup angin rindu,nikmati bulan dgn sesapan nikotin bercampur sesal akanmu..kurindu nikmati embun,kurindu nikmati senja,kurindu nikmati senyap keluh malam..ku rindu nikmatimu.. kau dengar bisikan bulan untukmu???ku titipkan jutaan bintang menjagamu..
Sudut memori akanmu muncul beriring seiring waktu dan hentakan langkahku...hentakan tanpa tujuan..kukuras partikel airmata terlampau dalam hanya untukku wahai tuan penimbang jiwa...jiwaku kau serap terlalu banyak...hingga ku terombang ambing dalam samudra kelam yg ku sebut laut peluh rindu..ku ingin tenggelam bersamamu...senggamai malam berangsur senja menjingga..
Rasaku akanmu..doaku untukmu..nafasku peluhmu..pelukmu hasratku..cumbumu canduku...jemarimu rusukku...jiwamu hidupku..
Ramuan cumbumu dan bisikan ditelingaku geliatkan jiwaku...bawaku dalam rengkuhan pelukmu..suguhkan bintang dimalamku...berpagut merasuk dalam memori dan kornea..
Rengkuh aku wahai kekasih ke dalam dunia fana yang berujung peluh...dekap aku dalam kelabu rintihan malam..
Air mata..terancam kering berkepanjangan..dehidrasi akanmu yang tak berkesudahan...lelah menyoroti rasa kelam terancam kelabu dan menghitam hilang ditelan waktu..kota itu..memori cumbuan dan dekapan rahasia..kombinasikan nomor brankas hatimu..rahasiakan pada bulan..
Danau tak berdasar menganalogikan kalbu tak berujung..rindu terpantau hanyut dalam airmata yang kukuras untukmu..
Pupilku mengecil saat sorot sang surya menghujam jiwaku yang hampa..dan menengadah menatap langit dan berangsur pipiku basah oleh partikel hangatnya airmata