Sabtu, 26 November 2011

SUNYI

Sunyi
Perbatasan antar naluri jiwa sepi sembunyi di sudut bumi

Sunyi
Bahasa hati meneriaki sepi                                   
                                                              
Sunyi
Konon berkawan carut marut matinya mimpi

Sunyi
Balutan luka dalam memori

Sunyi
Lukisan embun temani pagi

Sunyi
Untaian kasih berujung lirih

Sunyi
Perih bersenyawa air mata di pipi

Sunyi
Rusuk yang lelah mencari

Sunyi
Nyanyian nurani yang  tak henti menanti

Sunyi
Gurat tanah menemani mentari

Sunyi
Tak tahu arah mata angin senggamai mimpi

Sunyi
Hanya sendiri

Senin, 14 November 2011

elok rupa dan lekuk sudut raga

Surya terkatup malu dibalik gumpalan awan menghitam dan sepercik air kehidupan jatuh dan membasahi bumi sejalan dengan belai lembut angin menghujam kalbu yang mengerang kesakitan.. kondisi alam yang merobek ingatanku akan sisa hati yang berserak di temaramnya malam..

Hari itu..minggu bertanggalkan genap di bulan penghujung tahun kusadari bahwa Tuhan memang benar menciptakan rasa yg tak kukenal sebelumnya..rasa kehilangan..sulit kucerna bahasa Tuhan ini antara runtuhnya dinding hati bercampur kekecewaan dan penyesalan yang teramat dalam..terlambat..aku terlambat!

Rekaman mental antara kau dan aku dalam biduk romantisme kota tua berkawankan cahaya lilin dan botolan anggur bertahunkan serupa..canda demi canda..cumbu demi cumbu..habiskan malam dan belasan pekan berikutnya..bergulat dalam emosi dan erotisitas sejoli lenyapkan keluh yang berujung peluh..bersama lupa dan tenggelam di heningnya malam..kita lupa akan kehidupan lampau dan cita di masa depan..kita nikmati kita..hanya kita dan masa ini..

Kayu berderit temani pola kehidupan malam kita..habiskan satu hari yang kurasa lebih dari 12 dikalikan 2 jam..dunia pergolakan hasrat semata..bergumul di hangatnya jahitan woll berhiaskan renda klasik berpitakan merah senyawa gincu yg berpagut di wajahmu..kita bahkan dibuat mati untuk kembali ke kesadaran duniawi..

Seni yang kita nikmati dalam keindahan elok rupa dan lekuk sudut raga senggamai hari yang terlalu dini kusebut pagi...dan hari yang terlalu siang kusebut senja..bermula dalam lembayung menghias langit-langit hati yang melonjak kagum dan berakhir terpuruk terpojok sepi,embun seakan mencemooh lara hati bergumam lirih saat sosok rupawan tinggalkan onggokan peluh dan tersisa hanya bayang semu.

Ku dibutakan rasa tak percaya dan terbakar cemburu yg hampir membunuhku hidup-hidup dengan tidak menyisakan nafas untuk lorong paru..tercekat dan tersedak saat alibimu terbongkar penuh malu..kusadari kerlingan jari kiri manismu mengisyaratkanku untuk membunuh diriku sendiri..pergilah..segeralah kau pindahkan hiasan jari manis itu ke jemari kananmu.. siapa yang khianati kita??!! Kamu? Aku? Bodoh!! Ku mengumpat pada Tuhan..cinta itu adalah bualan semata..tuhan memang ciptakan berpasang-pasangan dan seorang pecundang..kau berpasang..dan aku pecundang..

Terlambat meminangmu dan ku habis menjadi abu terbakar rasa penyesalan.. tak kukutip pepatah lama mengejar cinta hanya sampai janur kuning..ku kejar cinta hingga bendera kuning yang akhiri kisah kita..camkan itu,teriakku!

                                                                                   

Rabu, 02 November 2011

bocah abuabu penikmat kelabu


ruas hati terkaku membisu..umpatan  melebur satu..saat teriaki diri dalam ketidaksepakatan kalbu dan kenyataan yg ingin kucaci...keengganan rasa dan keinginan mimpi yang terselubungi tujuan...

kepala..mata..hati..dan pikiran..berkecamuk..tumpah ruah ke sisi sensitifitas sebuah perasaan...ruam luka sengaja ku buka menganga..ingin ku bagi luka ini..kau begitu congkak sembunyikan perasaan walau bukan utukku..kau sebut apa rasa ini?! Cemburu?! Rasanya bukan..kuingin mendeskripsikan rasa ini dengan serangan rindu teramat akut..akut ataupun takut kehilangan mu itu hanya pendeskripsian hati untukmu.

apa kau punya cadangan hati?! Ingin kubakar hati ini dan memulai kembali..mengapa kau hadir disaat hatiku dalam kondisi tak cacat?! Pincang mendaki kesempurnaan akhlak mencintaimu..ku cacat mental olehmu..meneriaki pagi sore dan malam hanya untukmu..ku gila!

Saat hati diujung pilu..rasanya inginku membakar dan menyobeki perasaanku sendiri..menghapus memori kita..menghapus memori semua kehidupan..dan tak pantas ku dilahirkan tanpa mencintaimu..bodoh..sungguh bodoh..ya cinta itu memang buta,tapi cinta itu datang satu paket dengan kebobodohan..komposisi penyedap adalah rindu dan cemburu..

Usiaku belasan..tetapi kesanggupan mencintaimu ratusan tahunpun kumampu..kutenggak pahit manisnya mencintamu..jatuh merangkak dan berlari mengejarmu..

Berlebihan cara mencintaku untukmu tuan pelumat riak bocahku?? Hati ini selaras berwarna abu serupa dengan rok sekolahku..dan cintaku makin kelabu disaat ketahuimu adalah guruku..

Sabtu, 29 Oktober 2011

mercusuar mengagumi buih mimpi

pencitraan,,pendustaan terhadap nurani..label percintaan tersusun rapi oleh cumbuan..genggaman dan dekapan sejoli menghantar kasih..saat mentari tertutup sipunya kelabu awan..sejumput kenangan kembali hadir bersama jatuhnya partikel air mata dan hujan membasahi bumi..gemericik nada alam menyuguhi khayalan..

bentangan lamunan mencari sosok yang telah lama hilang,dan seketika hadir menyelimuti kalbu..sejauh mercusuar melemparkan cahayanya..mimpi itu..mercusuar itu kembali menghiasi kehidupanku di alam tidurku..masih kurasa sentuhanmu seketika aksaraku membiru..debur ombak..lantunan sayup angin membuai rindu..dan kembali engkau tenggelam tinggalkan mimpi..pengharapan kembali tertuju akan hangatnya dekap rindumu..engkau dimana? mencumbumu dalam lelahnya pencarian..layaknya simfoni gugurnya dedaunan di musim penghujan..

perjumpaan berkawankan perpisahan..perpisahan berkawankan airmata..airmata berkawankan pengharapan..pengharapan berkawankan lamunan...lamunan berujung terhentaknya kesadaran dalam kenyataan...dimana rindu kita bermuara?? persimpangan laut rindu? tebing pemagut sendu? kuharap tak hanyut dalam arus kelabunya kalbu

musim berganti..kisah kita terhenti..mercusuar itu tak henti mencari..soroti kelelahan sejoli yang mengagumi buih mimpi..sejenak nikmati lembaran lampau berujung sepi

kunanti mercusuar itu mengumam mimpi..melucuti semua memori..

Minggu, 23 Oktober 2011

bermalam berkabut rindu

Bermalam berkabut rindu...tak cukup kah ku berteriak mengucapmu...rasanya menyedihkan ratapan usang ini untukmu..rinduku menguning dan berlarut dalam karat..ya,,,kau ingat aku..yg  berselimut peluh akanmu..apa kau ingat namaku??? ku ingat aromamu..aroma vanila bercampur bau bir dalam mulutmu..tapi kuakui kau memang menawan..dengan semua wibawamu..ku hanya wanita cukup matang untuk mengenal cinta dan jatuh dalam kesakithatian akan acuhanmu.

Ku rindu tatapan tanpa bicara...desahan dalam canda..tersengal  dlm peluhmu..ratapan harapan sendu membiru...racauanku dalam sambutan pagi yang mengharu akan hadirmu...ku mau kamu..ku mau kamu...pelan pelan ku sebut nama dalam harmoni nyanyian malam yang diiringi sayup sayup angin rindu,nikmati  bulan dgn sesapan nikotin bercampur sesal akanmu..kurindu nikmati embun,kurindu nikmati senja,kurindu nikmati senyap keluh malam..ku rindu nikmatimu.. kau dengar bisikan bulan untukmu???ku titipkan jutaan bintang menjagamu..

Sudut memori akanmu muncul beriring seiring waktu dan hentakan langkahku...hentakan tanpa tujuan..kukuras partikel airmata terlampau dalam hanya untukku wahai tuan penimbang jiwa...jiwaku kau serap terlalu banyak...hingga ku terombang  ambing dalam samudra kelam yg ku sebut laut peluh rindu..ku ingin tenggelam bersamamu...senggamai malam berangsur senja menjingga..

Rasaku akanmu..doaku untukmu..nafasku peluhmu..pelukmu hasratku..cumbumu canduku...jemarimu rusukku...jiwamu hidupku..
Ramuan cumbumu dan bisikan ditelingaku geliatkan jiwaku...bawaku dalam rengkuhan pelukmu..suguhkan bintang dimalamku...berpagut merasuk dalam memori dan kornea..
Rengkuh aku wahai kekasih ke dalam dunia fana yang berujung peluh...dekap aku dalam kelabu rintihan malam..

Air mata..terancam kering berkepanjangan..dehidrasi akanmu yang  tak berkesudahan...lelah menyoroti rasa kelam terancam kelabu dan menghitam hilang ditelan waktu..kota itu..memori cumbuan dan dekapan rahasia..kombinasikan nomor  brankas hatimu..rahasiakan pada bulan..
Danau tak berdasar menganalogikan kalbu tak berujung..rindu terpantau hanyut dalam airmata yang kukuras untukmu..

Pupilku mengecil saat sorot sang surya menghujam jiwaku yang hampa..dan menengadah menatap langit dan berangsur pipiku basah oleh partikel hangatnya airmata

Sabtu, 22 Oktober 2011

pemaknaan sahabat berpelangikan sanubari tanpa batas

Bermula cahaya mentari merasuk membelai  kalbu yg berteduh dan sanubari bergumam rindu..hidup terkonsep lamunan malam terlahir dalam tetesan embun pagi...bahagiaku mengutuk hati yang pilu bercermin pada satu perpisahan berurai airmata tak berkesudahan.duniaku seketika bisu,pekat,kelam seakan tenggelam di kelabunya airmata..perpisahan yang mengusir ragamu dariku tapi tidak akan jiwamu,,,seumur hidupku mengenal sosokmu dan kau hilang di telan pelangi yang menghantarkanmu kembali  padaNYA..  tak pernah lelah mengulang kisah persahabatan terbaik dalam hidup dan duniaku..dan takkan kutamatkan kisah ini..tak bosan ku mengukir indahmu..cerita kita..
Suguhan senyum dan lambaian tangan di cemerlangnya pagi..menuturkan sapa memulai hari..24 tahunku mengenalmu..menikmati hangatnya secangkir kopi dan nikotin berpadu tawa..hidupku lengkap akan hadirmu sahabat..renyah gelakan tawa kita menyambut cita dan harapan masa datang

Rencana Tuhan untuk kita berujung duka untukku..saat Tuhan terlampau sayang padamu,kau pergi..namun memori kebahagiaan kita lekat dalam ikatan batin jiwa kita bukan?! ku rindu hadirmu..kurindu kisah kita berlanjut sahabat

-memoar of Triayu Sarah Tunggadewi-
10 feb 1987-12 maret 2011