Bulir hujan di senja yang menua
Bulir hujan di hati yang gersang ingin jumpa
Bulir hujan di hati lugu menunggu
Bulir hujan menetesi pipi,dagu tanpa ragu
Sendiri menikmati nyanyian sang hujan
Tik..tik..tik semacam detik detik menunggumu pulang
Riuh riak mimikmu dalam kopiku sore ini
Mengutuk rindu
Mengetuk tiap sudut kalbu
Kala jingga tenggelam, surya menghilang
Lara menyiksa raga
Malam menjelang, rindu semakin mendahaga
Pelita bintang menjulang titipkan seruku pada jutaan pelita kota yang kau singgahi
Kusisakan setiap sesapan kopiku
Tak ku sisakan sesapmu dalam tidurku
Senja, malam, hangat pagi
Selalu menunggumu kembali
Terik, berbasah hujan, berlembab embun
Menggumam mengagum senyum
Tersirat, tersurat biarkan rindu hanyut lalu berkarat dalam gelap
Dalam malam rindu
Dalam malam sendu
Tak urung murungku memanggil kamu
Dalam pagi gusar
Dalam pagi berdebar
Tak sabar menyarangkan rindu dalam pelukmu
Dalam senja gelisah
Dalam senja membuat kisah
Tak sudah rindu disayat luka
Aku tanpamu bergulat duka
Aku tanpamu bermuram durja
Segera pulang wahai hati
Serpihan rapuh hatimu tertinggal disini
Kau cari sendiri
