Sabtu, 15 September 2012

Hati-hati wahai Hati

Hai hati,
Kau bertemu lagi dengan guratan tangan kananku yang tak terlalu indah bila kau pandang terlalu lama.
Bersama ini aku tuliskan,sebelum kau pergi pun tulisan ini sudah kuguratkan dalam batinmu. Aku selalu merindukanmu.
Candu yang kuracik sendiri tanpa sadar sulit kutemukan penawarnya bila ku tak bisa dekapimu.
Kau pasti sedang dikelilingi hamparan salah satu lukisan Tuhan yg paling indah,perpaduan biru langit dan putihnya awan, jangan khawatir langit yang kau lihat itu serupa dengan langit hati yang sedang kulukis sekarang.
Bahkan saat signal telekomunikasi itu dipaksakan untuk terputus, tak sama dengan doaku yang selalu kuserukan untuk selalu selamatkanmu dari segala hal yang bahkan aku tak mau membayangkannya.
Aku selipkan doa-doaku dalam awan yang ikut bersamamu.
Aku selipkan hangat jemariku dalam buku-buku jarimu.
Aku selipkan senyumku dalam setiap nafas yang kau hirup.
Aku selipkan hidupku dalam semesta hidupmu.
Aku selipkan raut wajahku dalam pelupuk matamu, agar kau setiap membuka mata dan terpejam bahkan mengedip pun aku yang ada didepan matamu.
Saat kau jauh disana dan aku yang meringkuk kesepian dipojok lara, kumohon peluklah aku selalu dalam sudut hatimu erat dan jangan biarkan berkarat.
Aku benci melihatmu pergi, karena hati ini memusuhi perpisahan.
Namun hati ini berharap kembali pertemuan.
Kita akan bertemu lagi bukan?!
Aku selalu menunggu disini dan selalu mengetuk pintu rindu yang dirudung sendu bila tanpamu.
Nogus,pesanku untukmu,saat kau pulang nanti, peluklah aku dalam hening,ciumlah aku dalam diam, tataplah aku dalam senyap.

Tertanda
-kekasihmu masa ini dan masa depan-





Tidak ada komentar:

Posting Komentar