Mencintaimu sepanjang pagi sampai nanti
Lelayang tersesat tersapu angin laut sore
Aku tersesat dalam bujuk langit sore mencarimu
Aku menemukanmu dalam awan
Aku menemukanmu dalam tumpukan angan
Sesaat kamu lalu berlalu
Sesaat kamu lalu hanyut ke hulu waktu
Waktu yang melulu kamu
Waktu yang menyaring namamu
Waktu yang memang tercetak sosokmu
Lalu?
Ya..aku berlari pulang, terengah setengah sadar menyunting banyak pena untuk memetakanmu dalam buku waktuku.
Ya..aku akhirnya bungkam dan tutup segala sesuatunya dan terfokus kamu
Kita di awal cerita
Kita di akhir cerita
Kamu dengan seisi kepalamu
Aku dengan seisimu dalam kepalaku
Pecinta kata
Peramu rasa
Pencipta nuansa mencinta
