Rabu, 29 Mei 2013

Buku waktu bawa serta kamu


Mencintaimu tanpa lini waktu memaku

Mencintaimu sepanjang pagi sampai nanti

Lelayang tersesat tersapu angin laut sore
Aku tersesat dalam bujuk langit sore mencarimu

Aku menemukanmu dalam awan 
Aku menemukanmu dalam tumpukan angan

Sesaat kamu lalu berlalu
Sesaat kamu lalu hanyut ke hulu waktu
Waktu yang melulu kamu
Waktu yang menyaring namamu 
Waktu yang memang tercetak sosokmu

Lalu? 
Ya..aku berlari pulang, terengah setengah sadar menyunting banyak pena untuk memetakanmu dalam buku waktuku.

Ya..aku akhirnya bungkam dan tutup segala sesuatunya dan terfokus kamu

Kita di awal cerita
Kita di akhir cerita

Kamu dengan seisi kepalamu
Aku dengan seisimu dalam kepalaku

Pecinta kata
Peramu rasa
Pencipta nuansa mencinta


Rela

Relakan

Relakan saat sosok hangat meninggalkan dan menyisakan ruang dingin dalam dinding hati,tanpa riak bahagia

Isak tanpa kerelaan dan rindu yang tertampung begitu penuh haru,tawa dan pembelajar hidup membendung penuh dalam memori hati,dan kornea

bersama merangkak,bangkit dan berlari dalam fase kehidupan

Waktu berlalu rasanya selamanya,kenangan melekat selamanya
kerinduan terucap,senyum tertancap

Dunia memang telah berputar
kita pun tak berhenti berputar,bersama kita akan bersama kembali,kembali dalam riuh bahagia

Matematika hati

Tertatih satu
Terengah dua

Semacam matematika yang ku favoritkan dalam hidup

Kau senyum satu
Kau terjaga dua

Semacam aku tak ingin lupa,kau begitu indah tanpa rumusan apapun jua

Mengulang memori haru satu
Menyemat bahagia dua

Aku mencintaimu lebih dari angka apapun di dunia
Prima,kali,bagi,kurang? Tak ada yg bisa menghitung setiap detik denyutku memanggilmu

Aku rindu
Aku rindu 
Aku rindu

Tiga kali ku menyeru rindu
Kuharap kau menaruh rindu itu di situ, di sisi hati yg dekat dengan kalbu

Aku sayang kamu layaknya embun merindukan pagi

Aku sayang kamu layaknya bintang merindukan gelap malam

Aku sayang kamu tanpa hitungan matematika dan gempitanya alam