pencitraan,,pendustaan terhadap nurani..label percintaan tersusun rapi oleh cumbuan..genggaman dan dekapan sejoli menghantar kasih..saat mentari tertutup sipunya kelabu awan..sejumput kenangan kembali hadir bersama jatuhnya partikel air mata dan hujan membasahi bumi..gemericik nada alam menyuguhi khayalan..
bentangan lamunan mencari sosok yang telah lama hilang,dan seketika hadir menyelimuti kalbu..sejauh mercusuar melemparkan cahayanya..mimpi itu..mercusuar itu kembali menghiasi kehidupanku di alam tidurku..masih kurasa sentuhanmu seketika aksaraku membiru..debur ombak..lantunan sayup angin membuai rindu..dan kembali engkau tenggelam tinggalkan mimpi..pengharapan kembali tertuju akan hangatnya dekap rindumu..engkau dimana? mencumbumu dalam lelahnya pencarian..layaknya simfoni gugurnya dedaunan di musim penghujan..
perjumpaan berkawankan perpisahan..perpisahan berkawankan airmata..airmata berkawankan pengharapan..pengharapan berkawankan lamunan...lamunan berujung terhentaknya kesadaran dalam kenyataan...dimana rindu kita bermuara?? persimpangan laut rindu? tebing pemagut sendu? kuharap tak hanyut dalam arus kelabunya kalbu
musim berganti..kisah kita terhenti..mercusuar itu tak henti mencari..soroti kelelahan sejoli yang mengagumi buih mimpi..sejenak nikmati lembaran lampau berujung sepi
kunanti mercusuar itu mengumam mimpi..melucuti semua memori..
Sabtu, 29 Oktober 2011
Minggu, 23 Oktober 2011
bermalam berkabut rindu
Bermalam berkabut rindu...tak cukup kah ku berteriak mengucapmu...rasanya menyedihkan ratapan usang ini untukmu..rinduku menguning dan berlarut dalam karat..ya,,,kau ingat aku..yg berselimut peluh akanmu..apa kau ingat namaku??? ku ingat aromamu..aroma vanila bercampur bau bir dalam mulutmu..tapi kuakui kau memang menawan..dengan semua wibawamu..ku hanya wanita cukup matang untuk mengenal cinta dan jatuh dalam kesakithatian akan acuhanmu.
Ku rindu tatapan tanpa bicara...desahan dalam canda..tersengal dlm peluhmu..ratapan harapan sendu membiru...racauanku dalam sambutan pagi yang mengharu akan hadirmu...ku mau kamu..ku mau kamu...pelan pelan ku sebut nama dalam harmoni nyanyian malam yang diiringi sayup sayup angin rindu,nikmati bulan dgn sesapan nikotin bercampur sesal akanmu..kurindu nikmati embun,kurindu nikmati senja,kurindu nikmati senyap keluh malam..ku rindu nikmatimu.. kau dengar bisikan bulan untukmu???ku titipkan jutaan bintang menjagamu..
Sudut memori akanmu muncul beriring seiring waktu dan hentakan langkahku...hentakan tanpa tujuan..kukuras partikel airmata terlampau dalam hanya untukku wahai tuan penimbang jiwa...jiwaku kau serap terlalu banyak...hingga ku terombang ambing dalam samudra kelam yg ku sebut laut peluh rindu..ku ingin tenggelam bersamamu...senggamai malam berangsur senja menjingga..
Rasaku akanmu..doaku untukmu..nafasku peluhmu..pelukmu hasratku..cumbumu canduku...jemarimu rusukku...jiwamu hidupku..
Ramuan cumbumu dan bisikan ditelingaku geliatkan jiwaku...bawaku dalam rengkuhan pelukmu..suguhkan bintang dimalamku...berpagut merasuk dalam memori dan kornea..
Rengkuh aku wahai kekasih ke dalam dunia fana yang berujung peluh...dekap aku dalam kelabu rintihan malam..
Air mata..terancam kering berkepanjangan..dehidrasi akanmu yang tak berkesudahan...lelah menyoroti rasa kelam terancam kelabu dan menghitam hilang ditelan waktu..kota itu..memori cumbuan dan dekapan rahasia..kombinasikan nomor brankas hatimu..rahasiakan pada bulan..
Danau tak berdasar menganalogikan kalbu tak berujung..rindu terpantau hanyut dalam airmata yang kukuras untukmu..
Pupilku mengecil saat sorot sang surya menghujam jiwaku yang hampa..dan menengadah menatap langit dan berangsur pipiku basah oleh partikel hangatnya airmata
Sabtu, 22 Oktober 2011
pemaknaan sahabat berpelangikan sanubari tanpa batas
Bermula cahaya mentari merasuk membelai kalbu yg berteduh dan sanubari bergumam rindu..hidup terkonsep lamunan malam terlahir dalam tetesan embun pagi...bahagiaku mengutuk hati yang pilu bercermin pada satu perpisahan berurai airmata tak berkesudahan.duniaku seketika bisu,pekat,kelam seakan tenggelam di kelabunya airmata..perpisahan yang mengusir ragamu dariku tapi tidak akan jiwamu,,,seumur hidupku mengenal sosokmu dan kau hilang di telan pelangi yang menghantarkanmu kembali padaNYA.. tak pernah lelah mengulang kisah persahabatan terbaik dalam hidup dan duniaku..dan takkan kutamatkan kisah ini..tak bosan ku mengukir indahmu..cerita kita..
Suguhan senyum dan lambaian tangan di cemerlangnya pagi..menuturkan sapa memulai hari..24 tahunku mengenalmu..menikmati hangatnya secangkir kopi dan nikotin berpadu tawa..hidupku lengkap akan hadirmu sahabat..renyah gelakan tawa kita menyambut cita dan harapan masa datang
Rencana Tuhan untuk kita berujung duka untukku..saat Tuhan terlampau sayang padamu,kau pergi..namun memori kebahagiaan kita lekat dalam ikatan batin jiwa kita bukan?! ku rindu hadirmu..kurindu kisah kita berlanjut sahabat
-memoar of Triayu Sarah Tunggadewi-
10 feb 1987-12 maret 2011
Langganan:
Postingan (Atom)