Minggu, 26 Agustus 2012

Hitam yang tak lagi menghitam

Langit menari,mentari tak henti menyinari
Sosokmu terlatih hadir dalam setiap mimpi,apa ini? Cinta kurasa.
Kuibaratkan kau itu mata angin,membawaku selalu menujumu.
Kau akan diam saja disitu?? Biarlah aku yang berlari memelukmu.
Tuhan itu menciptakan rongga pada jemariku untuk merengkuh jemarimu.
Semua berawal dari satu senyuman dan kencan pertama,berikutnya kencan yang serupa dengan gelak tawa bertambah.
Bahagiaku kutuai dari dirimu tuan.
Ketenanganku kutuai dari tatapanmu.
Nyamanku kutuai dari pelukmu.
Dahagaku akan cinta kau sembuhkan dengan hadirmu.
Tuhan itu maha jenaka,kau hadir tanpa kuduga dengan tawa,sambut aku dalam gelak dan menyisakan rindu dalam rongga paru.
Kau ingat hitam?! Akhirnya hitam itu tenggelam dalam dasar pelangi berserukan namamu.
Jarak bahkan waktu yang membuat kita tak harus bersama,terkadang jarak dan waktu jualah yang pertemukan kita,yang selalu kusebut "persimpangan rindu".
Saatmu dan aku bersama,aku ingin satu jentikan jari membuat waktu melambat.
Aku ingin nikmati setiap detiknya denganmu.
Jam pasirpun terhentak berhenti saat kau menciumku,rasanya jantungku ingin meletup dan meneriakan kebahagiaan.
Kau tau apa itu rindu?! Rindu itu kamu!
Bahkan toples-toples rindu yang kau bilang disimpan untukku tak cukup bila aku lahap seluruhnya.
Bersyukur akan hadirmu dalam hidupku yang penuh kacau balau,kau sekelebat hadir dan rapikan seluruh potongan-potongan hati bahkan menjadi serpihan yang awalnya tak mungkin aku rapikan sendiri.
Kau itu deru nafasku.
Kuhembus namamu selalu.
Cinta itu adalah kamu!



-rasaku akanmu dimulai dari 22juli2012-
Dan takkan kutamatkan kisah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar