Sabtu, 22 Oktober 2011

pemaknaan sahabat berpelangikan sanubari tanpa batas

Bermula cahaya mentari merasuk membelai  kalbu yg berteduh dan sanubari bergumam rindu..hidup terkonsep lamunan malam terlahir dalam tetesan embun pagi...bahagiaku mengutuk hati yang pilu bercermin pada satu perpisahan berurai airmata tak berkesudahan.duniaku seketika bisu,pekat,kelam seakan tenggelam di kelabunya airmata..perpisahan yang mengusir ragamu dariku tapi tidak akan jiwamu,,,seumur hidupku mengenal sosokmu dan kau hilang di telan pelangi yang menghantarkanmu kembali  padaNYA..  tak pernah lelah mengulang kisah persahabatan terbaik dalam hidup dan duniaku..dan takkan kutamatkan kisah ini..tak bosan ku mengukir indahmu..cerita kita..
Suguhan senyum dan lambaian tangan di cemerlangnya pagi..menuturkan sapa memulai hari..24 tahunku mengenalmu..menikmati hangatnya secangkir kopi dan nikotin berpadu tawa..hidupku lengkap akan hadirmu sahabat..renyah gelakan tawa kita menyambut cita dan harapan masa datang

Rencana Tuhan untuk kita berujung duka untukku..saat Tuhan terlampau sayang padamu,kau pergi..namun memori kebahagiaan kita lekat dalam ikatan batin jiwa kita bukan?! ku rindu hadirmu..kurindu kisah kita berlanjut sahabat

-memoar of Triayu Sarah Tunggadewi-
10 feb 1987-12 maret 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar