Sunyi
Perbatasan antar naluri jiwa sepi sembunyi di sudut bumi
Sunyi
Bahasa hati meneriaki sepi
Sunyi
Konon berkawan carut marut matinya mimpi
Sunyi
Balutan luka dalam memori
Sunyi
Lukisan embun temani pagi
Sunyi
Untaian kasih berujung lirih
Sunyi
Perih bersenyawa air mata di pipi
Sunyi
Rusuk yang lelah mencari
Sunyi
Nyanyian nurani yang tak henti menanti
Sunyi
Gurat tanah menemani mentari
Sunyi
Tak tahu arah mata angin senggamai mimpi
Sunyi
Hanya sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar