Sabtu, 26 November 2011

SUNYI

Sunyi
Perbatasan antar naluri jiwa sepi sembunyi di sudut bumi

Sunyi
Bahasa hati meneriaki sepi                                   
                                                              
Sunyi
Konon berkawan carut marut matinya mimpi

Sunyi
Balutan luka dalam memori

Sunyi
Lukisan embun temani pagi

Sunyi
Untaian kasih berujung lirih

Sunyi
Perih bersenyawa air mata di pipi

Sunyi
Rusuk yang lelah mencari

Sunyi
Nyanyian nurani yang  tak henti menanti

Sunyi
Gurat tanah menemani mentari

Sunyi
Tak tahu arah mata angin senggamai mimpi

Sunyi
Hanya sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar