Hati..
Kau dengar aku memanggilmu?
Aku terengah lemah saat punggungmu pergi menjauh dan menghilang ditelan gelap.
Duniaku serentak tak terlihat.
Aku titip hatiku dalam saku sebelah kananmu,jaga baik-baik.
Menggenapkan hati untuk bertemu dalam genap november
Tak sabar.
Beruntung aku milikimu.
Walau aku memekik merindukanmu.
Malamku membiru, pagiku membiru, hariku membiru, aksaraku membiru.
Tetiba nafasku memburu menyeru kamu. Tersayat rindu
Kembali aku lantunkan dalam sayup malam, hati hati wahai hati.
Meramu kamu.
Merayu kamu.
Aku haus akan itu.
Pelukku kutali-pitakan untukmu
Senyumku kutali-pitakan untukmu
Kau buka pelan nanti jangan terburu.
Tetiba ku disambar memori haru,berdua dibibir pantai bergolak ombak dan saling mencinta yang tercatat di lembutnya pasir putih.
Kuingat jelas wajahmu tertiup lembut angin sore
Kuingat jelas wajahmu terpercik lembut lautan
Kuingat senyummu saat kau sambut aku dalam ucapan selamat pagi
Aku ingat seluruhnya tentangmu
Aku tak ingin lupa
Jangan buat aku lupa
Periodikal semesta kita yang tak lagi sama,kau terpejam aku terjaga.
Periodikal semesta kita yang tak lagi sama saat nikmati warna langit.
Periodikal semesta kita yang tak lagi sama tidak mengubah warna jiwa.
Wahai kamu segeralah pulang, semestamu duduk manis di sini menyuguhi bentangan peluk yang membahana lebih dari samudra biru

puisi ldr yg manis ternyata.
BalasHapusbisaan tthku ini... sukaaa :*
BalasHapus