Selasa, 01 Januari 2013

Manis memang rindu itu

Manis memang rindu itu, terbalas senyum dan terbayarkan sudah dengan peluk.

Manis memang rindu itu, terhanyut hingga kelam terlupa.

Manis memang rindu itu, mengelayuti setiap pori kosong hati lalu terisi dan tak habisnya lagi meminta.

Manis memang rindu itu, melahap sedih sekejap dan bahagia menyisa.

Manis memang rindu itu, perlahan namun tepat sasaran, tepat di jantung hati.

Manis memang rindu itu, mengingat, lamuni dan sergapi sosokmu dalam mimpi.

Manis memang rindu itu, sisi yang berjauhan namun selalu mencari sudut yang menyiku,menyatu dalam bidang abstrak hati.

Manis memang rindu itu, komposisi kamu sebagai bahan utama lalu penyedap tersaji dalam peluk dan kecup.

Manis memang rindu itu, saat kita dipertemukan dan melepas penat dalam satu bejana canda.

Manis memang rindu itu, nikmati tetes hujan dan hitungan mundur dan gemerlap kembang api dengan menggenggam erat rongga jarimu.

Manis memang rindu itu, resolusi tahun mendatang menyapa manis kita yang menyongsong dalam kata masa depan.

Manis memang rindu itu, berbau kamu menyebarkan dan menerbangkan kamu dalam kelopak bunga rindu yang terburu.

Manis memang rindu itu, sesosok kamu itu lebih dari cukup (titik)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar