Minggu, 17 Februari 2013

Momentum berdentum dalam senyum

Bulir hujan di senja yang menua
Bulir hujan di hati yang gersang ingin jumpa
Bulir hujan di hati lugu menunggu
Bulir hujan menetesi pipi,dagu tanpa ragu

Sendiri menikmati nyanyian sang hujan
Tik..tik..tik semacam detik detik menunggumu pulang

Riuh riak mimikmu dalam kopiku sore ini
Mengutuk rindu
Mengetuk tiap sudut kalbu

Kala jingga tenggelam, surya menghilang
Lara menyiksa raga
Malam menjelang, rindu semakin mendahaga
Pelita bintang menjulang titipkan seruku pada jutaan pelita kota yang kau singgahi

Kusisakan setiap sesapan kopiku
Tak ku sisakan sesapmu dalam tidurku

Senja, malam, hangat pagi
Selalu menunggumu kembali

Terik, berbasah hujan, berlembab embun
Menggumam mengagum senyum

Tersirat, tersurat biarkan rindu hanyut lalu berkarat dalam gelap

Dalam malam rindu
Dalam malam sendu
Tak urung murungku memanggil kamu

Dalam pagi gusar
Dalam pagi berdebar
Tak sabar menyarangkan rindu dalam pelukmu

Dalam senja gelisah
Dalam senja membuat kisah
Tak sudah rindu disayat luka

Aku tanpamu bergulat duka
Aku tanpamu bermuram durja

Segera pulang wahai hati
Serpihan rapuh hatimu tertinggal disini
Kau cari sendiri



Tidak ada komentar:

Posting Komentar